Sunday, May 31, 2015

Jejak Bekam

Gosong, gosong, gosong.....karena banyak angin ditubuhku. Aku gemetaran sekarang. David si tukang bekam masih memijat-mijat telapak kakiku. Aku 'nggreges' alias menggigil. Tenggorokanku kering. Aku haus.

David si tukang bekam terus memijat-mijat punggungku hingga leherku. Enak kurasa, hingga tak kurasa....... aku tertidur lagi.*

David Bekam

Aku sedang harus terus begadang, tepat di hari ke empat badanku tumbang. Peredaran darah ditubuhku tak lagi seimbang. Masuk angin, datangnya tak diundang.

"Halo David, badanku menggigil pagi ini, datanglah segera ke reumahku. Aku butuh bantuanmu.
30 menit kemudian David datang di rumahku dan tak lama berselang mulailah ia bekam punggungku.

Kencang nian kulit punggungku kurasa, namun lama2 aku tak lagi merasakannya. Aku tertidur,*

Tuesday, May 26, 2015

Telanjang Dada Masih Laku

Tidak ada ketentuan dari Badan resmi manapun yang menyatakan setiap penjual nasi/mie goreng harus mengenakan baju saat persiapan sebelum berjualan.

Tidak ada larangan dari Departemen Kesehatan bahwa setiap penjual nasi dan mie goreng  tidak boleh cuman pake kolor dalam tahap persiapan berjualan.

Tidak ada himbauan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia - YLKI mengenai hak-hak konsumen harus dihargai oleh penjual nasi/mie goreng dengan harus berpakaian sopan saat membersihkan peralatan yg digunakan saat berjualan.

Tidak ada protes massa pembeli yang turun ke jalan menuntut para penjual nasi/mie goreng harus menutup aurat saat fase persiapan dilakukan.

Dia belum mandi? Mungkin. Bau badankah dia? Mungkin. Berkeringatkah dia saat membersihkan gerobak dorongnya? Mungkin.
Apapun pertanyaannya maka jawabannya "mungkin". 

Semua mungkin diatas tak perlu dibahas. Yang penting biar dia belum mandi, dia bau badan, dia keringetan......semoga semua itu bisa menambah lezat nasi/mie gorengnya dilidah kita.

Anda pernah beli dan makan nasi/mie gorengnya? Mungkin!*




Balon Sabun

Sewaktu kecil saya bikin balon sabun sendiri. Sabunnya sabun cuci B-29 ato so klin. Seingat saya kalo pake rinso gak bisa.

Sekarang, anak-anak tinggal minta dibelikan ramuan ato cairan balon sabun. Mereka tidak tertarik bagaimana cara bikinnya tapi senang bermainnya. Tongkatnya pun dulu saya bikin sendiri dari kawat yang salah satu ujungnya dibikin melingkar sedang ujung lainnya untuk pegangan.
Anak sekarang tongkatnya tinggal beli. Kalo dah habis tinggal buang.*

Monday, May 25, 2015

Bensin Eceran

Jujur saja aku tak tahu. Mana yg bener, harga bensin naek turun atau naek terus?

Aku tak tahu itu, kerna aku tak mikirin itu. Bukan aku sdh ada di level bensin urusan supir pribadi atau lainnya, tapi aku tak mikiran harga bensin kerna kesana-kemari aku selalu pake angkutan umum. Bisa busway, angkot, kereta commuter, atau ojek. Itu saja. Oh ya bisa juga nebeng temen.

Di jalan Menteng Sabtu kemarin aku sempet berkenalan sama ibu di foto itu. Kami saat itu ngobrol2 terus bercanda ringan dan tertawa-tawa. Itu saja.

Saat diatas busway Priuk-UKI aku berfikir, ibu penjual bensin eceran itu ceria2 aja nampaknya. Sedang aku msh aja mikirin bulanan yg tak cukuplah, pendapatan yg masih kuranglah, kapan ada naek gajilah, dan masih seratus keluhan lagi.

Ibu penjual bensin eceran, jk saja dirimu punya hp mungkin sudah kukirimi SMS sekarang juga: berapa penghasilanmu perharinya. Oh ya, harga bensin naek terus?*


Tertidur

Becak, kendaraan beroda tiga
kecil mungil bentuknya
ayo kawan naik segera
keliling kota Jakarta!

Diatas adalah sebait sajak keponakanku yg kala itu masih TK dan kebetulan saya masih ingat hingga sekarang.

Seorang tukang becak tertidur (gak ngorok alias tanpa mendengkur) di simpang jalan Mangga - jalan Menteng, Kelurahan Lagoa, Kec Koja, Jakarta Utara.

Mungkin dia tertidur kerna kelamaan nunggu penumpang yang tak kunjung datang.*

Friday, May 22, 2015

Rapat Batu Akik

Rapat siang itu yang dipimpin oleh Drs. Surdada SH benar-benar bisa dikatakan isinya hanya “baku-hantam” antara pihak Pemilik Proyek (Client) dengan Kontraktornya.

Pihak Client hanya bisa menyalahkan pihak Kontraktor atas semua keterlambatan penyelesaian sebuah proyek. Pihak Kontraktor yang dikomandani Ir. N. Dhemo berusaha bertahan dan bahkan berani menyerang balik pihak Client.

Suasana saling serang dan panas sudah  berlangsung hampir satu jam. Pihak Client yang dikomandani Drs Surdada SH sedikitpun tak mau mengakui kekeliruan-kekeliruan yang dibuat para anak buahnya di lapangan. Sebaliknya Ir. N. Dhemo dengan bermuka merah darah membela mati-matian segala upaya yang telah dilakukan pihaknya selama ini. Nada saling tinggi, suasana tegang, mulai mencekam, tak ada suara siapapun di ruang rapat siang itu kecuali suara Drs. Surdada SH dan Ir. N. Dhemo.

Karena merasa terus dibantah dan selalu dilawan oleh Ir. N. Dhemo maka Drs. Surdada SH habis kesabarannya, ia bangkit dari duduknya dan menggebrak meja “bragg!!”. Tak ada yang ditakuti oleh Ir. N. Dhemo, ia pun bangkit dan balas “brakKkKkK!!!” meja digebraknya lebih keras. Kedua mata mereka saling melotot dan saling berpandangan penuh menantang! Tak ada suara. Senyap.

Mata mereka terus beradu pandang. Senyap, tapi sangat tegang. Alih2 pelan tapi jelas terdengar suara tas kopor berkunci getaran otomatis buatan Korea terbuka dengan sendirinya yang diakibatkan gebrakan tangan Drs. Surdada SH dan Ir. N. Dhemo. Tas milik Ir. N. Dhemo terbuka lebar diatas meja yang digebrak mereka berdua. Tas itu bukan berisi laptop atau pun uang. Tas itu ternyata berisi barang pujaan setiap orang saat ini yakni batu akik! Biji hitam yg ada di mata Drs. Surdada SH melirik perlahan kearah tas berisi batu akik, begitupun biji mata Ir. N. Dhemo. Biji mata mereka bersamaan kembali saling pandang, dan kemudian saling senyum.

Tiba2 agenda pembicaraan rapat bukan lagi soal keterlambatan proyek melainkan membicarakan tentang batu akik, yang satu bertanya yang lainnya menjawab silih berganti. Tak ada suara siapapun di ruang rapat itu, hanya suara mereka berdua saja, karena di ruang rapat itu sedari tadi tak ada siapapun selain mereka berdua. Dalam suasana dingin, adem dan santai mereka berdua masih terus bertukar pikiran soal batu akik.

Ketika tulisan ini diturunkan mereka berdua yg merupakan (pasien lama) masih saja membicarakan batu akik sambil menunggu kunjungan Ellena Mirani, si dokter cantik yang bekerja di RSJ itu.*