Showing posts with label Galeri Poto. Show all posts
Showing posts with label Galeri Poto. Show all posts

Monday, August 17, 2015

Jemariku terlalu Lembut

Pernah diriku BAK (buang air kecil alias kencing) disatu tempat umum. Setelah tetes terakhir dan terasa lega dibagian bawah perut akupun pijit tombol agar keluar air, aku mau cebok. Ternyata air setetes pun tak keluar.

Kipijit lagi tombol itu, berulangkali kupijit tak juga keluar air. Urinoir sebelah kiri-kanan penuh diapakai orang-orang bahkan yg mau pakai urinoir sampai antri, kayak antri tiket dan tak kunjung selesai.

Serasa sudah terlalu lama aku berdiri dalam keadaan seperti orang yg sedang BAK, maka aku stop anakg bertopi hitam yg mau BAK di urinoir sebelah kanan saya. Beruntung saya, anak bertopi hitam itu sepertinya tidak sedang kebelet BAK, ia menyilahkan secara sopan untuk saya agar bisa cebok di urinoir yg akan ia gunakan. Anak itu pindah dan BAK di urinoir yg saya tinggalkan.
Di urinoir yg saya pakai kali ini airnya cukup deras mengalir, saya bisa cebok secara layak. Ehh, ketika saya lihat kekiri urinoir yg saya tinggalkan dan dipakai anak beertopi hitam itu ternyata keluar air juga seperti urinoir2 yg lain.
"Oom kurang nekan waktu pijit tombol ini," kata anak bertopi hitam itu yg kubalas dengan senyumanku.
"Ahh, dasar jemari aku aja yg yg terlalu lembut!" gumamku dalam hati.*

Sunday, August 16, 2015

Semangat 45

Selama masih berada di wilayah tanah air Nusantara. Selama masih berada diperairan Ibu Pertiwi. Selama masih mengangkasa di langit Indonesia.... Ayo kita kibarkan Merah-Putih !!!

Wednesday, July 22, 2015

Rumput Tetangga Lebih Hijau

Ia cantik
putih kulitnya
baik perawatannya
enak dipandang
banyak orang suka ngeliat wajahnya.

Dirinya kepanasan namun senyum terus terusan
karena yg kepanasan cuman gambarnya
sedang dirinya sekarang mungkin sdg santai tiduran
di gedung di ruang AC tanpa merasa kegerahan. Itulah dirinya
dalam mendulang uang. Enak ya jadi bintang iklan!

Siapa bilang aku ganteng?
kulitku hitam kering
perawatan alami seadanya
enak dipandang?
mungkin banyak gak suka ngeliat wajahku.

Diriku mesti kepanasan dan mata nyureng terus terusan
karena yg kepanasan wajah asliku
sedang gambar diriku sekarang sdg rebah didalam laci meja kamar
di ruang AC yg dimatikan biar hemat listrik. Itulah fotoku
yg tak merasakan teriknya kerja lapangan 
demi mendulang uang. Gak enak ya bukan jadi bintang iklan!*



Friday, July 17, 2015

Piket & Tak Mudik

Demi menjalankan tugas, mereka tetap standby berdinas dalam alas. Kerinduan bertemu langsung dengan keluarga ditunda.

Mess mereka hiburan satu2nya. Selepas salat Ied di desa terdekat mereka cepat balik ke mess tuk makan bersama, yg masak pun mereka2 juga. Mereka meracik yg akan dimasak sejak sehabis subuh. Mereka masak gulai kambing, tempe tepung dan gorang tahu. Mereka cuman berlima.

Mereka ikhlas bertugas sementara kawan2 lainnya balik mudik. Disela meracik dan memasak mereka kirim poto2 via WA ke diriku. Aku bangga atas loyalitas mereka termasuk kepada yg bertelanjang dada.

Selamat piket dan semoga dihisab sebagai ibadah. Terakhir, maaf lahir bathin.*

Thursday, July 16, 2015

Gorengan

Gorengan biasa dijual di kedai, toko kue, ataupun di pinggir-pinggir jalan.

Jika dibandingkan es-krim maka gorengan adalah makanan yg mudah didapat dimanapun, hal itu selama kita berada di Indonesia.
Namun gorengan ini, sebut saja cipeng, misro, gorengan singkong, gorengan talas, ubi, tahu isi adalah sangat sulit jika kita cari di negara-negara Finlandia, Denmark apalagi negara2 di Afrika.

Gorengan, banyak orang yang mulai 'berumur' menjauhinya. Ia dianggap pantangan untuk dimakan. Tidak sedikit dari orang yg mulai 'berumur' itu mengkambing-hitamkan gorengan.
Misal: gara2 makan gorengan kemarin sore makanya sekarang jadi kena radang tenggorokan nih!

Ato contoh yg lain: ahh benci dech liat penjual gorengan itu, bau gorengannya itu lohh bikin aku berselera....cuman aku gak berani. Minyaknya itu lho item banget warnanya kayak aspal. Takut kena kangker brow!

Bagaimanakah hukum mengkambing-hitamkan makanan?

Semua yang kita makan dan minum merupakan rizki dari Allah, maka gak boleh bagi kita utk menghina ataupun mencercanya. Muhammad Rosululloh mengajarkan kepada kita suatu adab yang mulia, yaitu ketika tidak menyukai makanan yang dihidangkan, sebagaimana dalam hadits:

Dari Abu Hurairoh , ia berkata:

مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ, إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ.
“Rosululloh  tidak pernah mencerca makanan sama sekali. Bila Beliau menginginkan sesuatu Beliau memakannya dan bila tidak suka Beliau meninggalkannya”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)*



Wednesday, July 15, 2015

Bagi2 Parcel Lebaran Di T4 Kerja

Budaya di Indonesia menjelang lebaran hingga sesudahnya begitu marak. Mulai dari beli baju baru, tas baru, sepatu baru, mungkin ada juga yang sengaja beli pakaian dalam baru.

Budaya mudik begitu menghebohkan penyedia sarana dan prasarananya, begitupun hingga menggairahkan para penyedia saluran dan pemirsa tv.
Ada satu lagi budaya kita adalah pemberian hadiah, hadiah lebaran!

Hadiah lebaran juga dikenal parcel lebaran. Waktu saya masih kecil saya sering disuruh ibu mengantarkan ketupat dan opor ayam kampung hasil sembilihan sendiri ke rumah-rumah tetangga. Tak lama berselang para tetangga pun mengirimkan hal sama bisa jadi dgn menu berbeda ke rumah saya. Wow, bener2 semangat menyambut datangnya lebaran dan menggairahkan. Tapi sekarang setelah saya besar?

Setelah besar saya tanya2 sama temen2 di kampung mereka masing2 masih melakukan hal "kirim-mengirim" makanan lebaran. Cuman sekarang sudah merambah ke kue lebaran kata sebagian temen saya.

Kehidupan di kota telah merubah kebiasaan saya, meski tak terlalu ikut2an namun terpengaruh juga, saling kirim parcel. Cukup telepon dengan paket pilihan dan bayar melalui transfer dgn segala fasilitas digital dari hp semua beres terkirim. Lebaran kemarin saya kirim cuman ke 5 orang, tapi saya dapat balasan dari orang berbeda hingga17 parcel. Hitung2an ekonomi maka saya untung!

Belakangan perusahaan melarang memberi dan menerima parcel-parcelan. Akhirnya saya berencana kembali ke masa lalu saja, mo kirim ketupat dan opor ayam. Tapi siapa yg mo saya kirimi? Lho wong orang2 yg mo saya kirimi pada mudik ke tanah Minang, Medan, Tegal Gubuk Cirebon, Madiun, Solo, Juwiring Klaten, Grobogan, Bontang, Dompu, Bali, Jember, Gunung kidul, Jombang, dan lain-lain!*

Monday, July 13, 2015

Pikiran Kotor Saat Puasa!

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Tuntutan takwa di sini adalah saat menjalankan shiyam Ramadhan. Harapannya, ketakwaan menjadi baju pelaku shiyam, kebiasaan dan karakternya.

Di antara bentuk takwa yang diperintahkan saat shiyam adalah menjaga pandangan dari melihat yang haram. Realitanya, kemaksiatan pandangan ini termasuk bentuk kemaksiatan yang paling banyak dilakukan shaim di zaman ini. Ini tidak lepas dari lemahnya pembinaan keimanan dan tersebarnya kemaksiatan-kemasiatan seperti wanita ‘telanjang’, gambar-gambar porno, tontonan haram, film-film syahwat, perzinahan dan perkara-perkara yang mendekatkan ke sana.

Fasilitas kemajuan zaman dengan adanya internet maka tontonan sangat mudah kita dapatkan. Tontonan dapat membentuk pikiran. Jika kita bisa menahan semua itu maka berarti pikiran kita bersih. Sebaliknya, maka itu berarti pikiran kita kotor. Saat pikiran kita 'ngeres' alias kotor alias jorok atau istilah lainnya tak ada seorangpun yg tahu, pasti hanya kita sendiri yg tahu dan Tuhan!

Sistem kehidupan yang sekular semakin menyempurnakan dimana syahwat dipuja dan diumbar. Atas nama keindahan, estetika, seni dan semisalnya; wanita yang dipermak menjadi pelengkap dalam setiap event dan moment perkumpulan. Seolah-olah pemandangan haram bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern ini.

Siapa yang berpuasa tapi masih umbar syahwat dan keinginan nafsunya, Allah tidak butuh pada dia meninggalkan makan dan minumnya.*

Wednesday, July 1, 2015

Lontong Padang Caledonia

Meski sama2 berbahan dasar beras namun lontong akan berbeda dgn nasi. Bukan saja bentuknya tapi berbeda rasa juga dalam menyantapnya.


Pagi itu yg saya rasakan ingin variasi dlm hal santapan. Pilihanku Lontong Padang Kalidoni, warung kaki lima yg terletak sekitar kawasan PT Pusri Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumatera Selatan.
Dimana lontongnya berbungkus plastik.

Lontong itu dipotong-potong segiempat kecil2 dicampur dgn sayur nagka muda yg masih panas. Wow...nikmat!

Lantas apa maksud Lontong Padang Caledonia? Itu salah tulis yg disengaja saja, yg bener adalah Lontong Padang Kalidoni. Bukan Lontong Padang Caledonia!

Kalau Caledonia atau Kaledonia (Baru) merupakan kepulauan seluas 18,575 kilometer persegi di Samudera Pasifik yang ditemukan oleh penjelajah James Cook pada 4 September 1774 ketika melakukan perjalanan keduanya di kawasan Pasifik. James Cook menamakan wilayah ini Kaledonia Baru karena teringat tanah kelahirannya, Skotlandia.  Namanya berasal dari bahasa Latin Skotlandia. Ibu kotanya ialah Noumea. Jika saja ada orang Padang hijrah ke negara Caledonia ini dan buka warung makan 'Lontong Padang' maka akan ada sesuai judul diatas yakni Lontong Padang Caledonia*


Sunday, June 28, 2015

Jelang Buka Puasa Tinggalkan Keluarga

Sore segera beranjak, ia dorong sang gerobak lewat lorong menanjak. Istri tak diajak anak pun tak diajak. Mencari nafkah dasar ia berpijak. Ke keramaian ia bertolak.

Kata pak haji tetangga yg bijak: mo dagang rujak, mo jualan martabak, mo pinggir jalan buka lapak obral sempak....yg penting jalan rejeki jangan ditolak.

Kata pak haji yg bijak itu juga:

Jadi lelaki jangan banci, jangan malu cari rejeki, mau belok kanan ato belok kiri yg penting hasil keringet sendiri.

Jadi lelaki jangan malas, berani telanjang dada buat ngidupin keluarga. Kalo miskin jangan jadi orang gila, kalo kaya jangan banyak gaya.




Saturday, June 27, 2015

Telepon Kantor Gunakan Seperlunya

Bak ulama bijak saja kalo kita sudah bicara soal korupsi, pemakaian fasilitas negara untuk keluarga atau pribadi.

Kita tak jarang mengecam perbuatan si anu, bahkan menjelekkan sesuatu yg sebenarnya kita sendiri belum jelas kejelekannya.

Memang kita terkadang bisa lupa kejelekan sendiri saat ada kejelekan orang lain. Walaupun seharusnya sebaliknya.

Tulisan diatas bukan untuk siapa2, tapi untuk diriku sendiri. Maaf, sebaikanya anda tidak membacanya. Kata orang bijak melalui mulut kawan saya yg dari Jember, "Ketahuilah yg kamu katakan, bukan mengatakan apa yg kamu ketahui".*

Wednesday, June 24, 2015

Rambu Toilet Bandara

Rambu dalam bangunan adalah bagian dari perlengkapan bangunan yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai suatu bangunan.
Agar rambu dapat terlihat baik siang ataupun malam maka bahan harus terbuat dari material retro-reflective.
SNI 03-7094-2005 adalah Standar Nasional Indonesia yang mengatur Rambu-rambu Terminal Bandar Udara.
Berdasarkan SNI tersebut rambu untuk penandaan ruang toilet adalah seperti dua gambar pertama, yakni dengan antara lain pelambangan manusia pria dan perempuan dengan tangan menjulur kebawah.
Namun, coba kita perhatikan rambu penunjuk toilet yg ada di bandar udara Halim Perdanakusumah (gbr ketiga ini) dilambangkan oleh orang (pria & wanita) dengan tangan menutup bagian tengah antara dua pinggang, entah bagian depan mungkin bagian belakang. Yg jelas mengesankan orang sdg kebelet!
Atau saya yg belum paham soal rambu kali ya? CMIIW.*

Monday, June 22, 2015

Belanja Lebaran, Siapa Takut?!

Sungguh tak asing lagi karena selalu berulang tiap tahun yaitu menyambut datangnya Lebaran. Pusat perbelanjaan biasanya banyak memamerkan slogan diskon yang menggiurkan dan gila2 an. Konsumen mana tak tertarik untuk datang dan membelajakan uangnya?

slogan diskon, obral adalah cara penjualan yg disukai konsumen sehingga tak terasa dengan banyaknya potongan harga sering kali tidak terpikirkan oleh kita sudah berapa banyak uang yang dihabiskan.


Stop! Jadilah pembeli yg cerdas: buatlah daftar belanja, membawa uang tunai secukupnya, bandingkan harga dengan toko yang lain, ajak teman yg punya style hemat, pikir manfaat atas barang yg dibeli, bandingkan dgn cara belanja online yang murah, biasakan untuk melakukan tawar-menawar (jgn malu, itu hak pembeli)

Silahkan lakukan gerakan hemat uang kita! Alokasikan uang sebanyak-banyaknya untuk sekolah anak2 kita!*

Sunday, June 21, 2015

Martabak Mini

Martabak ternyata berasal dari bahasa Arab: مطبق, yang berarti "terlipat". Martabak merupakan sajian yang biasa ditemukan di tanah Arab terutama di wilayahHijaz.
Martabak ini juga merambah ke Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam. Resep, ramuan, bahan dan komposisi martabak bergantung pada lokasi. Prinsipnya nama dan komposisi martabak dapat bervariasi.
Di Indonesia ada dua jenis martabak, yaitu martabak asin yang terbuat dari campuran telur dan daging serta martabak manis yg lebih dikenal 'terang bulan'.
Terang bulan biasanya berisi keju, susu, cokelat dan berbagai buah-buahan seperti nangka, durian atau pisang. Berbeda dengan martabak telur, martabak manis adalah sejenis kue atau roti isi selai yang biasa dimakan di saat santai sebagai makanan ringan.
Martabak manis pun ada yang berukuran kecil, lebih populer disebut martabak mini. Tidak sulit mencari martabak mini di Jakarta. Pada foto adalah seorang penjual martabak mini di pasar Bengong, Tebet - Jakarta Selatan.
Perlu Takjil untuk berbuka puasa? Silahkan coba 2 martabak mini saja cukup mengenyangkan. Yg penting bayar tunai, jangan hutang!*

Asinan Bogor & Rujak Buah

Asinan itu makanan yang dibuat secara pengasinan dengan garam atau pengasaman dengan cuka. Bahan yang diasinkan atau diasamkan dari berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
Asinan adalah salah satu hidangan khas seni kuliner Indonesia. Istilah asin mengacu kepada proses pengawetan dengan merendam buah atau sayur dalam larutan campuran air dan garam. Asinan sangat mirip dengan rujak, perbedaan utamanya antara lain bahan rujak disajikan segar, sedangkan bahan asinan disajikan dalam keadaan diasinkan atau diacar. Terdapat banyak jenis asinan, akan tetapi yang paling terkenal adalah Asinan Bogor.

Berbagai jenis buah-buahan tropis yang biasa diasinkan atau diacar adalah mangga muda, jambu air, pepaya, kedondong, bengkoang, pala, nanas disajikan dalam kuah cuka yang asam, manis dan pedas, ditaburi dengan kacang goreng. Anda ingin Asinan Bogor sekarang? Ingat sekarang masih jam puasa!*

Ngabuburit Ato Ngadubirit?

Dua orang ini bercanda di minggu pagi tadi saat meeting. Satu orang Sunda dan lainnya orang Bima (NTB). Dua orang ini membahas perbedaan kata antara ngabuburit dan ngadubirit.

Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit berarti ngalantung ngadagoan burit, yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. Kata ngabuburit dibentuk dari kata dasar “burit” yang memperoleh proses reduplikasi dwipurwa (pengulangan suku kata pertama) dan penambahan prefiks nga- (imbuhan bahasa Sunda) yang membentuk kata kerja. Kata dasarnya sendiri, yaitu “burit” sebetulnya tidak ada hubungannya dengan puasa (“burit” berarti sore). Artinya, pada awalnya kegiatan ngabuburit tidak harus pada bulan Puasa saja. Mungkin, karena istilah ngabuburit lebih sering dan lebih banyak digunakan dan dilakukan orang pada bulan Puasa sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka, akhirnya pemaknaan ngabuburit menyempit dan dipahami sebagai menunggu saatnya buka puasa. Pengertian itu sejalan dengan makna ngabuburit yang tercantum dalam Ensiklopedia Sunda: menunggu saat berbuka puasa sambil mengerjakan sesuatu atau bermain-main, berjalan-jalan sekadar melupakan perut lapar sampai magrib.

Lantas apa arti ngadubirit? Silahkan anda yg orang Sunda menjelaskannya, jika perlu.*

Ngabuburit Tak Populer

Kebetulan sekali selama ramadlan 1436H yg baru berjalan 3 hari dan memasuki 4 hari ini saya ditugaskan keluar kota. Selain menunaikan tugas kantor, kesempatan ini saya gunakan untuk melakukan observasi atau pengamatan terhadap kebiasaan orang yang "ngabuburit".

Ngabuburit itu ternyata kalo saya amati lebih banyak sia2nya dari pada manfaatnya. Lebih banyak buang2 waktu dan bahkan uang. Mendingan buat baca buku, tadarus, dll.

Tapi disisi lain yg saya amati juga bahwa ngabuburit banyak manfaatnya dibanding ruginya (lho kok saya plin-plan?), yaitu, bisa bersilaturahim dgn kawan2, berdiskusi, mengenal dunia sekitar, dll.

Kembali ke soal pengamatan.
Pengamatan saya dalam tiga hari berpuasa ini disetiap sore menjelang buka puasa adalah mendatangi tempat2 tukang pangkas rambut. Tukang pangkas yg saya kunjungi ada di tiga kota: Palembang, Jakarta dan Cirebon.

Di hari pertama puasa saya amati 2 tukang pangkas di Palembang yakni disekitar Simpang Patal, hari kedua puasa saya amati 3 tukang pangkas di kawasan Tebet-Cawang Jakarta, dan di hari ketiga saya amati 2 tukang pangkas di sepanjang jalan Tuparev Cirebon.

Dari total 7 tukang pangkas yg saya amati (saya tanya2 juga ke para tukang pangkas rambut tsb) tidak ada satupun orang yg ngabuburit sambil potong rambut. Alasan 7 tukang pangkas di tiga kota itu hampir sama: jika ada orang yg hobinya ngabuburit sambil pangkas rambut tiap sore maka rambut orang itu bisa habis alias botak selain boros uang. Itu kesimpulannya. Ada yg ingin menambahkan? Silahkan!*

Monday, June 15, 2015

Penyanyi Pilihan Profesi

Profesi sebagai penyanyi bukan saja harus bisa dan berani tampil didepan publik. Ia juga harus siap jika penonton sepi.

Ia pun harus berani dan siap sepi dari permintaan selama bulan suci ramadlan.*

Discount Menyambut Ramadlan

Hanya tinggal hitungan hari Ramadhan 1436 H yang penuh berkah akan datang menemui kita. Bulan yg lebih dari seribu bulan penuh dengan limpahan rahmat, ampunan, dan karunia Allah SWT ini merupakan ladang amal shalih yang Insya Allah akan mampu mengantarkan kaum muslimin kepada derajat ketakwaan.
Kedatangan bulan ramadlan yg mulia ini kan disambut dengan sukacita. Persiapan jasmani dan ruhani menjadi bahagian penting dalam menyambut kedatangannya. Ohh, sayang penyambutannya terkadang berbau tradisi yg saya sendiri masih berpikir apakah sesuai syar'i yg sahih?
Beberapa tradisi penyambutan bulan Ramadhan yang populer di tengah masyarakat antara lain ada yg sangat kita kenal bernama padusan, balimau, meugang, megengan, bermaaf-maafan dan nyadran.
Lha, yg ada digambar ini malah menyambut ramadlan dengan memilih sepatu.....mumpung ada discount!*

Sunday, June 14, 2015

Maaf Lahir Batin Ya Buat Semua...


Bersalaman, saling jabat tangan. Saling menghormati. Yg muda hormat kepada yg tua, yg tua sayang kepada yg lebih muda.

Kedua telapak tangan bertemu kehangatan menyatu, kekhilafan memuai bisa jadi dosa-dosa berguguran. Pemilik kedua telapak tangan mengharap ampunan memimpikan keridloan Tuhan.

Marhaban ya ramadlan. Mohon maaf lahir bathin.

Salam.
Kojobesamo Pribadi,-


Gak Jaga Gengsi


Jika hidup di Jakarta atau di kota2 besar lainnya tapi sok jaga gengsi maka tak bisa hidup. Jaga gengsi yg positip lho. Soalnya ada yg jaga gengsi demi hidup seenaknya dan merugikan orang lain.....menipa-menipu, tipu sana tipu sini, jadi pembual dan pokoknya jahat dech.
Beliau diatas, sipenarik gerobak sampah juga termasuk jaga gengsi. Tarik gerobak ke sana, tarik gerobak kesini. Cuek! Beliau gengsi kalo menipu orang...gengsi kalo minta2......gengsi kalo jahat sama orang!

Apa yg susah, tak perlu ijazah. Apalagi ijazah palsu!
Cukup semangat hidup dan menghidupi, sehat jasmani dan rohani , kuat bertenaga, dan entah apalagi namanya.....yg terakhir GAK SOK GENGSI!